Skip to content

Penggusuran Trotoar Fatmawati akibat Sesatnya Konsep MRT

July 4, 2012

Sumber: Kompas.com – 4 Juli 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pembangunan jalur layang proyek mass rapid transit (MRT) telah memakan korban berupa penggusuran trotoar dan pepohonan di Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan. Menurut calon gubernur DKI Jakarta Faisal Basri, kesalahannya terletak pada perencanaan awal proyek MRT.

“Itu konsep MRT-nya sesat karena justru di area-area seperti itu, yang jalannya relatif kecil, justru jalannya dibangun di atas (layang). Sementara itu, di (Jalan) Sudirman-Thamrin, yang jalannya lebih luas justru dibangun di bawah,” kata Faisal Basri saat ditemui di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2012).

Menurut Faisal, seharusnya konsepnya dibalik. Di lintasan yang jalannya sempit, jalur MRT dibangun di bawah tanah. Sedangkan di area-area komersial area yang lebih luas, jalur MRT dibangun melayang di atas permukaan tanah. Apalagi, kawasan komersial tidak mungkin mengalami penggusuran.

“Kalau di bawah tanah kan tidak perlu digusur. Paling cuma untuk lokasi pembangunan stasiun-stasiun,” kata cagub DKI Jakarta bernomor urut 5.

Kesalahan perencanaan MRT juga dilihat Faisal dari sisi visi tata kota ke depan. Di masa yang akan datang, proyek MRT akan mengalami ekspansi sesuai kebutuhan transportasi perkotaan. Jika penggusuran trotoar dan pepohonan selalu dilakukan, maka tata kota akan semakin rusak.

“Itu akan merusak tata kota. Nanti kalau mau ekspansi, ada percabangan ke mana-mana, berarti harus digusur lagi semuanya. Akhirnya, mau digusur ke mana lagi. Terpaksa dibangun di bawah tanah. Terus yang di atas (layang) mau diapakan,” papar Faisal.

Penggusuran tidak hanya memakan korban trotoar dan pepohonan. Pertokoan, kios-kios, dan pedagang kecil di sepanjang Jalan Fatmawati akan terkena imbasnya pula.

“Toko-toko tanahnya keambil sampai tujuh meter. Akibatnya tidak ada lagi tempat parkir. Kalau tempat parkirnya tidak ada, ya orang-orang enggak ke situ lagi,” lanjut ekonom dari Universitas Indonesia itu.

Ia menyimpulkan, pembangunan jalur MRT yang melayang di atas permukaan tanah di kawasan permukiman dan pertokoan akan mempunyai imbas yang negatif dari banyak aspek. Banyak warga, secara langsung ataupun tidak, akan mengalami masalah yang nyata.

“Yang paling nyata adalah kemacetan. Kemacetan di situ semakin parah,” pungkas cagub dari jalur perseorangan itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, trotoar dan pepohonan di tepian Jalan Fatmawati sedang mengalami penggusuran. Program penggusuran dilakukan sehubungan dengan rencana pelebaran jalan. Pasalnya, sebagian badan jalan akan digunakan untuk membangun tiang-tiang penyangga jalur layang MRT.

From → MRT

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: