Skip to content

Infrastruktur Kota Depok Belum Siap untuk Busway dan APTB

June 25, 2012

Sumber: Pikiran Rakyat, 24 Juni 2012

DEPOK, (PRLM).- Infrastruktur Kota Depok dinilai belum siap untuk dilalui Busway dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Padahal Dinas Perhubungan Jakarta sebelumnya telah memiliki rencana untuk menghubungkan jalur busway ke Depok.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Nasrun ZA, mengatakan lebar jalan di Kota Depok tidak memungkinkan untuk dilalui Busway maupun APTB. “Kondisinya jalannya sempit, memang menurut sejarahnya Depok itu kan tidak dipersiapkan untuk menjadi kota, melainkan kecamatan yang akhirnya harus tumbuh bersaing dengan Jakarta,”kata Nasrun, Minggu (24/6/12).

Selain itu, kendala yang tidak kalah besar adalah sulitnya membangun jembatan penyebrangan orang (JPO) untuk shelter busway. Apalagi di Jln Margonda pemerintah sampai saat ini masih kesulitan untuk membebaskan lahan.

“Untuk pembangunan dua JPO biasa saja, Pemerintah Provinsi sudah bersedia memberikan dana. Tapi sulit dilakukan karena terkendala pembebasan lahan,”ujarnya.

Dia berkata Dinas Perhubungan memang sudah berencana membangun tujuh JPO di Jln Margonda. Namun saat ini belum satu pun yang terealisasi karena pembebasan lahan. “Sudah ada yang setuju menyumbangkan sebagian lahannya seperti misalnya D mall, tapi yang di sebrangnya belum mau. Begitu juga dengan titik lainnya baru satu pinggiran saja. Padahal kami sudah memberikan tawaran harga pasar,”kata dia.

Nasrun mengakui keinginan untuk membangun JPO dan transportasi masal ke Jakarta sudah banyak diutarakan masyarakat. Namun saat ini masih dilakukan koordinasi dengan DKI Jakarta untuk mencari solusi terbaik. “Kami bahkan sudah sampai didemo mahasiswa. Namun ada beberapa kendala yang belum ditemukan solusinya,”ujarnya.

Hal senada juga sebelumnya dikatakan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail. Dia mengatakan infrastruktur jalan di Depok belum memadai untuk dibangun busway.

Nur Mahmudi menambahkan, jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta dari Depok cukup tinggi. Untuk mengurangi kemacetan, menurut dia, yang paling memungkinkan adalah dengan mengoptimalkan operasional kereta rel listrik (KRL). (A-185/A-108)***

From → Busway

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: