Skip to content

Studi Pembangunan Kereta Api Tuntas

June 5, 2012

Sumber: Ujungpandang Ekspres – Selasa, 05-06-2012 

MAKASSAR,UPEKS–Studi pembangunan kereta api lintas Makassar-Parepare dan lintas Mamminasata, bakal tuntas Oktober mendatang.
Dalam pembangunan kereta api tersebut, ada dua studi yang akan dilakukan secara simultan, yakni studi kelayakan yang dibiayai APBN pemerintah pusat dan studi basic design yang dibiayai APBD Provinsi Sulsel.
Kedua studi ini dilakukan untuk menentukan jalur yang akan dilalui kereta api nantinya. Kepala Bagian Perencanaan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Jumardi mengatakan, studi kedua lintasan kereta api tersebut telah dilakukan. Untuk lintas Makassar-Parepare, kini tengah memasuki tahapan kajian basic design (jaringan,red) kereta api.
“Nanti, ada tim yang akan merancang basic design. Lintasan tersebut sudah siap dikontruksi, apabila tanah (lahan) sudah dibebaskan. Pembebasannya diserahkan ke Pemda, tapi mereka ingin sharing dengan pemerintah pusat. Karena, masalah pembebasan lahan sangat krusial. Setelah itu dilakukan kajian tentang analisa dampak lingkungannya (AMDAL). Studi ini juga adalah tindak lanjut dari MoU kemarin,” jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut Jumardi, kereta api lintas Makassar-Parepare ini juga nantinya akan dihubungkan dengan provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sehingga, akan menjadi kereta api nasional. Sedang untuk lintas Mamminasata, kata Jumardi, terdapat tiga koridor. Yakni, koridor Barat, Tengah dan Timur. Dari ketiga koridor tersebut, koridor Tengah yang sangat memiliki potensi gerak masyarakat tertinggi.
Namun, karena koridor Tengah ini juga masuk dalam lintasan monorel, maka diupayakan kearah koridor Barat. “Tapi tidak sepenuhnya koridor Barat, karena Monorel hanya mencover sebagian. Studinya paling lambat bulan 10 selesai,” katanya.
Koridor Barat Mamminasata dimulai dari Makassar-Parepare ketemu di bandara Maros, lalu samping jalan tol, masuk pelabuhan terus tanjung bunga dan Takalar. Untuk Timur, bercabang di Maros, Tanralili(belakang bandara), Batangase, Moncongloe masuk ke perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Gowa hingga Takalar.
Sedang koridor Tengah meliputi, Maros susuri jalan perintis kemerdekaan sampai karebosi ke jalan jendral Sudirman, pa’baeng-baeng (Makassar) terus Sungguminasa, jalan somba opu, limbung (Gowa) dan Takalar.
“Mamminasata panjang jalurnya secara kasar itu kita perkirakan antara 50 hingga 200 kilometer (Km). Kalau untuk lintas Makassar-Pare-pare sekitar 136,6 Km dengan anggaran Rp.20 miliar, tapi itu masih kurang. Karena sekarang pembebasan lahannya sudah mahal,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Sulsel, Masykur A Sulthan menuturkan, pembangunan kereta api lintas Mamminasata tersebut diusahakan tidak bertabrakan dengan jalur monorel. Mengenai jumlah stasiun yang akan beroperasi untuk lintas Mamminasata, kata Masykur, idealnya setiap dua Km ada stasiun. Jika lintas Mamminasata panjang jalurnya 200 Km, maka dibutuhkan 100 stasiun. Namun, bisa saja berkurang kalau dilihat dari berapa besar aktivitasnya. “Kita bersyukur, tahun ini dirampungkan studi monorel dan kereta api nya. Kita juga berharap, masyarakat ada kerelaan melepaskan lahan setelah ada jalur kereta api. 2013, kita akan mulai tahapannya,” katanya, Senin (4/6) kemarin. ()

From → Makassar

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: