Skip to content

Yang Ini Bukan Solusi Instan

June 1, 2012

Sumber: INILAH.COM, 29 Mei 2012

Jakarta – Memang tak mudah mengurai benang kusut bernama kemacetan. Apalagi faktor penyebabnya juga kompleks. Tengok saja penjelasan Ditlantas PMJ, yang menyebut penyebab kemacetan di antaranya adalah pertumbuhan kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan, dan juga tidak tertibnya perilaku pengendara di jalan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta mencatat, pertumbuhan panjang jalan di Jakarta hanya 0,01% per tahun. Sementara panjang jalan sampai akhir tahun 2011 hanya 7.650 kilometer (km) dan luas jalan 40,1 km atau 0,26% dari luas wilayah DKI.

Kondisi tersebut jelas tak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai 9,5% per tahun. Akibatnya bisa dibayangkan, panjang jalan yang ada pada satu titik tidak akan bisa menampung semua kendaraan. Apalagi jumlah kendaraan bermotor di Jakarta sampai akhir tahun 2011 mencapai 13.347.802 unit, dan tahun 2012 diperkirakan bertambah 10%.

Kemacetan di Ibukota tak cuma membuat pengendara dan pemakai jalan bete. Kemacetan yang terjadi setiap hari, ternyata juga membuat negeri harus menanggung rugi hingga Rp45 triliun.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memahami benar kenyataan ini. Berbagai upaya terus dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi macet. Solusi tersebut, menurut Fauzi Bowo, adalah membangun jembatan layang (fly over atau FO). Sayangnya, tak mudah merealisasikan semua itu.

Pembangunan FO masih menemui kendala dana. “Kalau mau bikin jalan layang duitnya tidak ada bagaimana. Emang tukang sulap David Coperfield,” kata Bang Foke, beberapa waktu lalu saat pengukuhan anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) periode 2012-2013, di Balaikota.

Pemprov DKI Jakarta juga meneruskan program bus rapid transit (BRT). Kini ada 11 koridor busway yang dioperasikan. Di beberapa koridor, jam operasional bus TransJakarta juga diperpanjang, bila sebelumnya hanya sampai pukul 22.00 WIB, kini jam operasionalnya sampai pukul 23.00 WIB.

Perpanjangan jam operasional bus TransJakarta, tentu saja membantu warga Ibukota yang bekerja hingga menjelang larut malam. “Jadi mudah mendapatkan angkutan umum murah, aman dan nyaman,” ujar Wiryawan, tenaga kreatif di sebuah rumah produksi di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Mass Rapid Transit (MRT) secara harfiah berarti angkutan masal secara cepat, dengan daya angkut 1.500 orang sekali perjalanan. Meski sudah lama direncanakan, namun mulai direalisasikan pada bulan April 2012. Target operasi MRT diperkirakan selesai dalam waktu lima tahun.

Proyek ini merupakan kerjasama pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). MRT Jakarta yang berbasis rel akan membentang di lintasan sepanjang 108,7 kilometer, dengan tahap awal pembangunan dimulai dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI. [mah]

From → MRT

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: