Skip to content

Amirullah: Makassar Butuh Dukungan

May 14, 2012

MAKASSAR, UPEKS–Pengembangan Makassar sebagai pusat industri di Kawasan Timur Indonesia (KTI) memiliki banyak kendala. Namun, tetap berpotensi sejajar pusat industri lainnya di Indonesia, seperti Surabaya (Jawa Timur) dan Jakarta, termasuk pusat industri di Asia dan Eropa.
Hal ini menjadi bahasan serius pada lokakarya regional dengan tema “Kebijakan Relokasi Industri Nasional dan Makassar Sebagai Pusat Pengembangan Industri di Kawasan Timur Indonesia”, yang berlangsung di
Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Senin (7/5).
Ketua Kadin Kota Makassar, Amirullah Abbas, mengatakan, untuk mewujudkan Makassar sebagai pusat industri di KTI dibutuhkan insentif dan dukungan penuh dari semua stakeholder, baik itu kebijakan pemerintah daerah maupun perbankan.
“Bagaimana mau maju industri kalau pajak terlalu tinggi. Padahal, di sini banyak home industri yang belum mampu membayar pajak tinggi. Ini harus dicarikan solusinya,” terangnya. Amirullah mengatakan, kendala lainnya adalah belum adanya pengakuan internasional terhadap Makassar sebagai pintu ekspor.
“Semua masih melalui Surabaya. Sehingga pemain-pemain dari luar langsung ke Sulsel membeli barang mentah. Kalangan industri belum tertarik membangun processing. Kalau pintu keluarnya Surabaya, bisa dibayangkan betapa rumit administrasinya. Letter of Credit (LC) pun lama proses pencairannya,” tutur Amirullah.
Dijelaskan, perbankan juga harus memberikan kredit secara merata, tanpa membebani home industri.
“Kadin Makassar, akan membantu home industri agar mampu mengakses bank untuk mendapatkan kredit, seperti melaksanakan pelatihan dan lainnya. Apapun alasannya industri di Makassar harus jalan, nanti kalau ada hasilnya kita kirim ke Pulau Jawa,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kota Makassar, Ibrahim Saleh, mengatakan, potensi Makassar sebagai pusat industri sangat terbuka lebar, dengan adanya dukungan infrastrktur.
“Pengembangan industri di Makassar ditunjang aspek transportasi, perizinan, tata ruang, dan air bersih. Kita memiliki pelabuhan laut, pelabuhan nelayan Paotere, bandara internasional, kawasan industri, hingga pembangunan monorel yang mulai akan dibangun dua tahun ke depan,” ujarnya.
Adapun, anggota DPR RI, Dr Harry Azhar Azis MA, menjelaskan, saat ini memang dibutuhkan penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Terutama mencegah melebarnya ketimpangan ekonomi antar wilayah, yang selama ini didominasi pulau Jawa.
“Kebijakan relokasi industri ke daerah secara teoritik dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi khususnya di daerah-daerah yang cenderung mengalami stagnasi dalam kinerja ekonomi,” paparnya. ()

Sumber: Ujungpandang Ekspress – 8 Mei 2012

From → Makassar

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: