Skip to content

Studi Kelayakan Monorail Harus Detail

April 27, 2012
Di Balik Keterlambatan Pembangunan Monorail
Rencana pembangunan moda transportasi masal, monorail di Makassar, kini telah memasuki masa studi kelayakan. Proyek ini diprediksi tuntas pada 2015 mendatang. Benarkah?
Pada saat penandatanganan MoU pada Juli 2011 lalu, pembangunan monorail Makassar-Maros itu diestimasi menelan anggaran sebesar Rp4 triliun. Studi kelayakan dijadwalkan dilakukan selama enam bulan pada 2011 lalu. Tahap awal, monorail ini akan mengambil jalur start di Jl Jenderal Ahmad Yani Makassar dan berakhir di Jl AP Pettarani.
Kendati demikian, hingga memasuki April ini, proses studi kelayakan itu nampaknya tak kunjung tuntas. Menurut Business Development PT Indonesia Green Manajemen, ANdi Asmir saat di Balaikota Makassar mengatakan, terdapat beberapa faktor yang harus dikaji dengan mendetail sebelum membangun moda transportasi massal itu.
Asmir menggambarkan, dalam penggunaan median jalan, dibutuhkan koordinasi dengan semua pihak yang terkait. Misalnya saja, pihak PLN, PT Telkom, dan PDAM. “Proyek monorel ini bukan proyek parsial, tapi proyek yang terintegrasi secara keseluruhan. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk utilitasnya, diantaranya dengan PLN, Telkom, dan PDAM,” katanya.
Dia juga mengatakan, studi yang dilakukan pihaknya sudah hampir rampung dan pihaknya juga sudah memasukkan prastudi.
“Sekitar satu atau dua bulan yang lalu, kami sudah masukkan untuk privat pra studi. Dari pra studi ke studi kelayakan akhir itu kan harus detail, jadi harus ada identifikasi dulu,” papar Asmir.
Sebelumnya, pembangunan proyek itu sempat dipertanyakan, pasalnya sejak penanda-tanganan MoU antara Pemda dan investor, belum ada tanda-tanda pembangunan akan dilaksanakan.
Asmir menuturkan saat ini studi yang dilakukan pihaknya sudah hampir selesai dan pihaknya juga sudah memasukkan pra studi.
Setelah semua itu selesai katanya, dalam waktu dekat pihaknya akan memasukkan Feasibility Study (FS). Setelah FS masuk, proses selanjutnya adalah proses tender.
Setelah proses tender, barulah pihaknya melakukan penandatanganan kontrak. Kemudian pihaknya membutuhkan waktu tiga hingga lima bulan, untuk financial closing.
“Pokoknya target kita 2015, atau paling lambat awal 2016 mendatang, monorel ini sudah bisa dinikmati masyarakat Sulsel pada umumnya, dan Makassar pada khususnya,” tegas Asmir.
Selama ini tambahnya pemerintah daerah cukup merespon, karena monorel ini nantinya akan menjadi yang pertama di Indonesia, dan berada di Makassar.
Selanjutnya mengenai peran Bukaka tuturnya, hal itu karena pihaknya ingin melibatkan konten lokal semaksimal mungkin, dan ingin monorel tersebut merupakan hasil karya putra bangsa sehingga anak-anak perusahaan Kalla Group diharapkan berpartisipasi, termasuk Bukaka sendiri.
Adapun mengenai rencana proyek monorel di Bandung dan Surabaya, lebih jauh Asmir mengatakan saat ini pihaknya akan konsen dulu di pembangunan monorel yang di Makassar.”Memang ada rencana untuk mengerjakan juga proyek monorel di Bandung, Surabaya. Tetapi untuk saat ini, kami fokus dulu pada monorel di Makassar,” tegasnya.
Sumber: UPEKS online – 27 April 2012

From → Makassar

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: