Skip to content

Monorel Masih Mimpi

April 26, 2012

Terhambat Kepentingan Politik

MAKASSAR, UPEKS–Pembangunan proyek transpotasi massal atau monorel yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar dianggap hanya menjadi proyek angan-angan alias mimpi.
Pasalnya, sejak penandatangan MoU antara Pemkot dan Kalla Group sebagai investor dengan nilai investasi pembangunan khusus infrastruktur monorel Rp1,2 triliun, Juli 2011 lalu hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pembangunan dilaksanakan.
Bahkan, keterlambatan pembangunan sistem transportasi moda monorel diduga disebabkan faktor geo politik yang ada di Sulsel, khususnya untuk pemilihan calon gubernur Sulsel.

Pengamat Politik Unhas, Hasrullah mengatakan, pihak Pemkot dan Kalla Group sudah memberikan harapan kepada masyarakat untuk segera merealisasikan pembangunan monorel tersebut, sehingga hal tersebut harus dibuktikan.
“Faktor apa yang menyebakan keterlambatan pembangunan monorel. Jika tidak akan menimbulkan berbagai opini. Dan masyarakat akan menyangkutpautkan dengan kondisi politik saat ini. Keterlambatan pembangunan monorel ini harus jelas penyebabnya, dan tak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik, dengan mengorbankan kepentingan masyarakat,” terangnya.
Ia juga mendesak pemerintah dan pihak investor untuk segera merealisasikan pembangunan tersebut. Jangan hanya memberikan janji dan mimpi ke masyarakat, hanya karena kepentingan politik.
Terpisah, Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, H Zaenal Dg Beta mempertanyakan nasib proyek monorel. Setahunya, rancangan pembangunan sistem transporasi monorel yang menghubungkan tiga jalur yakni Terminal Regional Daya-Lapangan Karebosi sepanjang 14 kilometer yang melewati Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Bawakaraeng, dan berakhir di Lapangan Karebosi-Jalan Jenderal Sudirman sebagai stasiun utama belum pernah dibahas di DPRD Kota Makassar.
“Sebelum pelaksanaan pembangunan monorel, DPRD bersama pemerintah kota dan investor akan membahas lebih detail mengenai sistem monorel tersebut. Tapi rencana tersebut belum menunjukkan tanda adanya pembanguan,” ungkapnya.
Senada, Sekretaris DPC Partai Gerindra, yang anggota Komisi C, Drs Amar Busthanul melihat kondisi hingga saat ini, Kalla Group belum siap untuk melakukan pembangunan, sebab masih banyak yang harus dibahas, termasuk persetujuan DPRD. “Saat ini kami selaku pengawas kebijakan pemerintahan (eksekutif) belum pernah dilibatkan dalam pembangunan sistem transportasi massal ini,” terangnya.
Ketua Masyarakat Transpotasi Indonesia (MTI) Makassar, Lambang Basri Said menegaskan, rencana pembangunan moda sistem transpotasi monorel adalah impian semua masyarakat, sebab Makassar sudah sangat layak untuk menggunakan sistem tersebut, hal ini ditunjang dengan studi kelayakannya.
Tapi, pembangunan transporasi massal ini juga harus ditunjang lima daerah sekitarnya, tidak bisa hanya Makassar secara utuh. “Intinya Makassar saat ini membutuhkan sistem transportasi seperti ini. Sebab dari sejumlah kota yang ada di Indonesia, Makassar telah disonding. Dan dari informasi yang ada, pembangunan transportasi monorel ini sedang dalam pengerjaan, rel dan gerbangnya, tapi untuk tempatnya saya belum tahu dimana dikerjakan,” terangnya.(mg03/al/E)
—————-
Proyek Ini Terus Berlanjut
Kota Makassar yang tengah mengejar predikat sebagai kota dunia berupaya menyelesaikan pekerjaan angkutan massal monorel yang pertama di Indonesia, setelah kegagalan kota Jakarta menyelesaikan proyek tersebut.
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Siradjuddin mengaku siap memberikan fasilitas untuk memperlancar tahap pertama pembangunan fisik megaproyek transportasi massal monorel sepanjang 27,7 kilometer. “Kita berharap pekerjaan proyek ini bisa memecahkan persoalan-persoalan transportasi yang terjadi di daerah. Apalagi pembangunan ini pertama kalinya dilakukan di Indonesia,”ujar Ilham usai menggelar Audiens dengan PT Indonesian Green Manajemen (anak perusahaan Kalla Group) di ruang kerjanya, Selasa (24/4) lalu.
Menurutnya, Makassar yang saat ini tengah didorong menjadi kota dunia sangat membutuhkan angkutan massal monorel yang diharapkan bisa menjadi kota pertama di Indonesia menggunakan alat transportasi modern. “Saat ini kita akan mengupayakan agar tahapan pengerjaan proyek itu berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Apapun kebutuhannya jelas akan kami penuhi,”ujarnya.
Menurut Ilham, keterlibatan perusahaan Kalla Group dalam pengerjaan proyek monorel ini menjadi salah satu pemecahan persoalan mengatasi kemacetan di kota-kota besar seperti Makassar. “Selain murah, monorel juga sangat efisien, beberapa negara maju, seperti Jepang telah menggunakan sistem ini,”kata dia.
Dia menjelaskan, monorel hanya membutuhkan median jalan satu meter saja. “Bandingkan dengan kereta api yang membutuhkan lahan minimal lima meter, serta busway yang harus menggali di bawah tanah,”ujarnya.
Selain itu, monorel tidak mengeluarkan suara bising, ramah lingkungan, serta mempunyai jarak terminal pemberhentian yang relatif pendek. Proyek pembangunan monorel sepanjang 40 kilometer di Makassar ditargetkan beroperasi 2015 atau paling lambat awal 2016 mendatang.

Sumber: Upeks Online – 26 April 2012

From → Makassar

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: