Skip to content

Niat Menghidupkan Monorel Dipertanyakan

April 12, 2012

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Rukun Santoso, salah seorang anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Hanura, mengaku heran dengan usulan beberapa cagub untuk menghidupkan kembali mega proyek monorel yang saat ini sudah mangkrak.

“Apakah mereka sadar, kalau proyek itu dihidupkan kembali, anggaran pemerintah akan bakal jebol,” kata Rukun dalam pernyataannya, Selasa (10/4/2012).

Proyek monorel terkatung-katung sejak 2004 lalu karena pemerintah pusat tidak bersedia memberikan jaminan financial. Penolakan ini dilakukan karena kalkulasi perhitungan keuangan yang disodorkan pihak konsorsium ( Jakarta Monorel ) dinilai tidak masuk akal.

Dalam perhitungan yang diajukan, pihak konsorsium menargetkan jumlah penumpang yang terangkut sedikitnya 160 ribu orang per hari dengan pertimbangan agar cepat balik modal.

Setelah hasil perhitungan keuangan yang disodorkan konsorsium dinilai tak masuk akal. Sebab, jika jumlah penumpang terangkat kurang dari itu, kekurangan pendapatan dari pihak konsorsium harus dittomboki oleh pemerintah pusat dan Pemprof DKI Jakarta. Nilainya mencapai US$ 11,25 juta per tahun yang dibayar selama 5 tahun.

Kemungkinan harus menomboki itu sangat bersar karena perhitungan Komite Kebijakan percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI ) yang ketika itu diketuai Beodiono menunjukkan kemampuan daya angkut penumpang monorel hanya 5,3 persen dari target yang dicanangkan.

Rukun enggan menanggapi kemungkinan adanya dukungan tertentu dari pemilik proyek monorel kepada para cagub yang ingin menghidupkan kembali monorel tersebut. “Konsentrasi saya, jangan sampai warga Jakarta ketiban pulung karena adanya usul nyeleneh kayak gini,” tegasnya.

Pengamat perkotaan dari Universitas Indonesia, Rudy Parluhutan Tambunan, menegaskan proyek monorel sedari awal memang bermasalah. Karena dipaksakan untuk dipungkiri, karena itu, ia khawatir para cagub yang berniat menghidupkan kembali monorel sekedar asal janji saja.
“Jangan – jangan, mereka tidak pernah membaca studi kelayakan dari proyek ini,” kata Rudy

Menurut Rudy, proyek monorel ini tidak mengikuti prosedur yang berlaku. Proyek ini tak dilengkapi dokumen tender karena konsorsium yang membangun monorel ini dipilih berdasar penunjukkan. “Ini menyalahi ketentuan yang ada,” Rudy menegaskan.

Sumber: Tribunnews.com, 10 April 2012

From → Jakarta

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: