Skip to content

MONOREL SURABAYA rangkul investor swasta

April 12, 2012
SURABAYA: Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai rencana Pemkot Surabaya yang berinisiatif membangun monorel melalui Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (KPS) merupakan langkah tepat, mengingat ketersediaan sarana transportasi adalah kebutuhan kota besar yang harus segera terpenuhi.
“Kalau monorel hanya menggunakan APBD, pengerjaannya bisa memakan waktu 7-10 tahun, sedangkan dengan KPS bisa lebih cepat,” ujar Delthy Sugriady Simatupang yang mewakili Direktur Pengembangan KPS Bappenas dalam acara  persiapan kerja sama pemerintah dan swasta di Surabaya hari ini.
Menurutnya pembanguan monorel yang mengajak pihak swasta bisa membuat anggaran Pemkot Surabaya lebih efisien, sehigga dananya dapat dialokasikan ke sektor lain seperti penanggulangan banjir dan perbaikan infrastruktur jalan. Delthy megemukakan  KPS akan mengubah banyak hal.
“Jadi mulai sekarang, paradigma bahwa semua proyek harus dikerjakan sendiri oleh pemerintah  harus ditinggalkan. Proyek tidak harus dikerjakan sendiri, dengan konsep kerjasama win win solution, pembangunan dapat dimaksimalkan,” tandas Delthy.
Keterbatasan kemampuan keuangan negara sekarang ini, membutuhka adanya pengembanga  KPS dalam menggenjot laju pembangunan. Meski relatif baru, metode pengadaan sarana dan prasarana ini dinilai sangat efektif karena pos keuangan pemerintah bisa lebih dialokasikan ke sektor-sektor lain.
Proyek KPS, lanjutnya  memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan proyek biasa. Beberapa perbedaan yang dimaksud diantaranya sumber dana KPS berasal dari pemberi pinjaman dan investor sedangkan proyek biasa dari APBN/APBD, adanya penjajagan minat dalam KPS serta harus dibentuk badan usaha baru.
Untuk pengadaan dalam KPS, calon peserta dapat memberi masukan terhadap perjanjian kerjasama serta batas waktu pemasukan penawaran tergantung kompleksitas proyek.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan  pembangunan kota-kota di China berkembang  pesat karena pemerintah setempat  menerapkan metode KPS.
“Surabaya ingin mengadopsinya denga membangun proyek monorel karena tidak mungkin proyek besar tersebut didanai oleh pemerintah sendirian. Menurutnya pihak swasta atau investor bisa dari dalam negeri bisa juga melibatkan asing.
Namun Risma belum bisa menjelaskan lebih jauh tentang perkembangan dari  rencana  proyek monorel tersebut.
Akan tetapi sebelumnya  Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Hendro Gunawan mengatakan penyelesaian detail engineering design (DED) mega proyek monorel sudah dilakukan bahkan sudah memasuki  lelang.
Setelah  pelaksanaan lelang semua proyek transportasi massal itu bisa secepatnya dikerjakan. “Kami berharap proyek tersebut bisa berjalan lancar, apalagi untuk  trem dan monorel,    sudah diperhitungkan dengan matang menjadi sarana transportasi yang memenuhi kebutuhan warga Surabaya.
Keberadaan dua moda transportasi itu dipercaya mampu memecah kemacetan serta memberikan kenyamanan bagi warga Kota Pahlawan tersebut.
Selama ini, katanya,  pemkot memang terus mematangkan rencana pembangunan monorel untuk koridor Timur-Barat dan trem untuk koridor Utara- Selatan.
Dalam pembangunannya nanti,  pemkot tak akan mengeluarkan biaya karena sepenuhnya akan melibatka investor atau kerjasama investasi.  Kalaupun ada biaya,  nantinya pemkot hanya mengeluarkan biaya untuk kendaraan penghubung (feeder) serta pembuatan park and ride. (sut)

From → Surabaya

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: