Skip to content

Pembangunan MRT Dipersiapkan

April 11, 2012

JAKARTA – Bila tak ada aral melintang, proyek moda transportasi mass rapid transit (MRT) dimulai pada November mendatang. Untuk tahap pertama, akan dimulai di jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Moda ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga Ibu Kota.

“Ada 10 konsorsium internasional yang tengah mengikuti proses pelelangan,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo. Kemudian, kata dia, penandatanganan kontrak kerja diteken pada Oktober atau sebulan sebelum proyek dimulai.

Proyek tahap pertama MRT Utara-Selatan, dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, membutuhkan waktu empat tahun. Rencananya akan dibangun tujuh stasiun layang, dari Lebak Bulus hingga Blok M. Sedangkan dari Blok M ke Lebak Bulus akan dibangun enam stasiun bawah tanah dengan menggunakan tunnel boring machine.

Menurut dia, selama proyek berlangsung, kontraktor akan menjaga kualitas udara dan meminimalkan suara bising, yakni dengan melakukan perawatan alat berat secara berkala, menguji emisi buangan kendaraan dan peralatan konstruksi. “Kami juga mengupayakan pemasangan tiang menggunakan teknologi yang minim gangguan suara,” kata dia.

Adapun persiapan proyek dimulai pada April ini. Menurut juru bicara PT MRT Jakarta, Manpala Gupta Sitorus, persiapan tersebut meliputi pemindahan utilitas pelebaran Jalan Fatmawati serta pemindahan stadion dan Terminal Lebak Bulus. “Persiapan dimulai bulan ini untuk menekan kemacetan selama pembangunan berlangsung,” kata dia.

Menurut dia, Jalan Fatmawati akan diperlebar untuk dijadikan jalan pengganti selama proses konstruksi berlangsung. Pelebaran jalan dimaksudkan untuk mengganti separuh ruas jalan yang hilang selama proyek berlangsung. Rencananya di Fatmawati akan dibuat jalur layang MRT.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan di sebelah barat Jalan Fatmawati. “Lahan selebar 1-2 meter di sebelah barat akan dibebaskan untuk dijadikan pengganti ruas jalan yang terpakai ketika proyek konstruksi MRT berlangsung,” katanya. Sedangkan sisi sebelah timur, kata dia, tidak ada hambatan. Sebab, garis sempadan jalan masih cukup lebar.

Sementara itu, lahan yang sekarang menjadi Stadion Lebak Bulus akan dijadikan depo (tempat parkir) rangkaian kereta MRT. “Stadion akan dipindahkan ke kawasan Pesanggrahan yang lebih luas,” kata Ratiyono, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda. Stadion di Pesanggrahan seluas 15 hektare itu akan dilengkapi fasilitas cabang olah raga renang, futsal, dan squash.

Tapi stadion ini akan dibangun pada 2013. Sebab, proses pembebasan lahan penggantinya belum selesai. Tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp 99 miliar untuk pembebasan lahan tahap pertama seluas 7 hektare. Sisanya, pembebasan lahan seluas 8 meter, akan dilakukan pada tahap kedua, tahun depan. Pembayaran pembebasan lahan juga belum dilakukan sebelum memverifikasi sertifikat tanah warga.

Adapun terminal bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) Lebak Bulus akan dipindahkan ke tiga terminal lain, yaitu Terminal Kampung Rambutan (untuk bus AKAP dari Jawa Barat), Terminal Kalideres (bus AKAP dari Banten dan Sumatera), dan Terminal Pulogadung (bus AKAP dari Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, pihaknya akan melakukan pelebaran di ketiga terminal tersebut, sehingga kapasitasnya mampu menampung tambahan bus AKAP. “Kalau ketiga terminal itu belum diperluas, untuk sementara bus AKAP akan parkir di terminal bus dalam kota di Lebak Bulus,” kata Pristono. Sedangkan bus dalam kota, angkot, dan mikrolet akan diatur agar tidak berhenti di Terminal Lebak Bulus.

Kepala Divisi Sipil dan Struktur PT MRT Jakarta Heru Nugroho mengatakan hambatan terberat yang dihadapi adalah masalah pemindahan utilitas di bawah tanah, seperti kabel optik telekomunikasi, pipa air bersih milik PT PAM Lyonnaise Jaya, pipa air limbah milik Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah (PD PAL) DKI Jakarta, dan listrik. “Paling banyak itu utilitas kabel optik telekomunikasi. karena begitu banyak provider telekomunikasi di Jakarta,” kata Heru.

Berdasarkan pantauan Tempo, saat ini baru PD PAL yang melakukan pembongkaran pipa air limbah. Di beberapa titik di Jalan Sudirman-Thamrin, PD PAL telah memindahkan utilitas tersebut sejak awal tahun ini dan masih terus berlangsung. AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Sumber: Koran Tempo, 10 April 2012

From → Jakarta

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: