Skip to content

Ayo Kita Dukung Monorel

February 11, 2012
Setelah berhari-hari masyarakat mendapatkan sajian media lewat tayangan televisi atas prahara Partai Demokrat akibat ulah seorang kadernya bernama Nazaruddin, kita seolah diajak oleh para petinggi pemerintahan di daerah ini, untuk menyambut akan hadirnya suatu mega proyek yang akan mempertaruhkan harkat dan martabat masyarakat Sulawesi Selatan dalam menjawab dan mengurai kerumitan persoalan transportasi yang telah menimbulkan kemacetan saban hari di Kota Makassar yang berimbas sampai ke Kabupaten Maros dan Gowa.
Langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendudukan tiga pemerintah kota dan kabupaten yang tergabung dalam kawasan Mamminasata minus Takalar (Makassar, Maros, dan Gowa)  dengan Kalla Grup  menandatangani MoU  pembangunan transportasi Monorel yang akan menelan biaya Rp3 triliun sampai Rp4 triliiun tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari issu ”skandal demokrat”, tetapi juga secara strategis bermakna sebagai ”deklarasi kemandirian” Sulawesi Selatan untuk membangun infrastruktur dengan tidak berharap banyak pada kucuran APBN yang  kebijakan alokasinya tidak hanya terkesan menganak tirikan kawasan timur Indonesia, namun juga ternyata kucurannya dikawal banyak gurita dalam kelompok mafia anggaran dan mafia proyek yang kini telah menjadi rahasia umum sebagaimana ”kicauan” Nazaruddin yang mantan bendahara Partai Demokrat dan Anggota DPR itu.Saat ini boleh saja Provinsi  Sumatera Selatan berbangga hati atas kucuran APBN untuk membangunan perkampungan Atlit Sea Games atau Provinsi Jawa Barat yang telah menerima alokasi anggaran triliunan dalam proyek multi yers Hambalang, tetapi bila tidak ada aral mlintang, dalam 3 atau 4 tahun mendatang Insya Allah masyarakat Sulawesi Selatan juga akan unjuk diri dalam mewujudkan mega proyek tanpa APBN dan tanpa investasi asing dalam pembangunan sarana transportasi monorel yang  pertama di Indonesia.
 Gengsi Kota Dunia
Rencana pembangunan transportasi monorel memang bukanlah pertama kali kita dengar saat ini, oleh karena Gubernur DKI Jakarta pada era Sutiyoso telah pernah melakukan launching pembangunan sarana transportasi monorel berbarengan waktunya dengan peluncuran program busway beberapa tahun lalu, tetapi konon karena tidak mendapat support dari otoritas keuangan pemerintah pusat ketika Ibu Sri Mulyani menjabat Menteri Keuangan waktu itu maka rencana proyek tersebut menjadi kandas, sehingga jadilah proyek itu tidak jelas juntrungannya, kecuali menyisahkan tiang-tiang beton dibanyak ruas jalan ibu kota seolah  menjadi monumen sejarah bahwa di sana pernah ada rencana membangun monerel namun kandas karena tidak adanya kemandirian pemerintah DKI, atau boleh jadi juga terbaca sebagai bentuk ketidakpedulian pemerintah pusat dalam mengatasi kemacetan lalu lintas yang melilit  Ibukota Negara.Penandatanganan MoO proyek monorel Kawasan Mamminasata antara Gubernur bersama Wali Kota Makassar,Bupati Maros  dan Bupati Gowa, dengan Kalla Grup terasa memang istimewa karena langsung disaksikan oleh mantan Wakil Presiden RI Bapak HM Yusuf Kalla, sehingga membuat kita berbesar hati dan menaruh harapan bahwa  Insya Allah proyek ini akan terwujud. Tekad pemerintah daerah dan Kalla Group dimaksud perlu disambut dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat Sulawesi Selatan terutama masyarakat Makassar, Maros, dan Gowa. Kita semua patut  bersuka cita dan bersinergi menyambut kehadiran transportasi monorel, yang tidak hanya akan menjadi  solusi terbaik mengatasi kemacetan lalu lintas Kota Makassar, tetapi juga akan mengangkat gengsi kita sebagai warga kota yang memiliki sarana transportasi berkelas  kota dunia.
Isapan jempol

 Ayo  sekarang saatnya warga kota  tidak hanya sebatas mengeluhkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga semestinya mulai mendisiplinkan diri sebagai salah satu ciri budaya masyarakat kota dalam berlalu lintas dengan mematuhi rambu untuk  kepentingan keselamatan diri dan sesama pengguna jalan. Sebagai masyarakat kota, kita harus membiasakan diri berfikir cerdas dan bertindak efisien, tidak arogan, memahami dan menghargai peran orang lain dalam memenuhi kebutuhan kita satu sama lain. Dan salah satu ciri masyarakat kota yang seharusnya kita sifati pula adalah kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Persoalan utama bagi pada umumnya masyarakat urban di Indonesia, adalah sulitnya mengubah  pola pikir dan perilaku  introver dan  berbasis budaya desa bagi sebagian warga kota, misalnya dalam pemenuhan kebutuhan hidup yang biasanya ingin diusahakan sendiri sungguhpun itu menjadi tidak efisien. Padahal ciri perkotaan metropolis adalah ketersediaan produksi jasa dan fasilitas umum bagi kepentingan bersama yang jauh lebih efisien karena terkelola secara profesional. Contoh yang sangat sederhana misalnya bila ingin makan coto, atau es pallu butung, bahkan makan kapurung, tidak perlu harus memasaknya sendiri, karena semua jenis makanan itu dapat dinikmati dengan mudah dan relatif murah yang tersedia mulai dari warung pinggir jalan sampai pada restoran ber AC pada pusat-pusat perbelanjaan.

Dalam hal transportasi, masyarakat tidak perlu berlomba membeli mobil karena telah ada angkutan transportasi yang nyaman dan menunjang mobilitas warga beraktivitas.Demikian pula kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat kota tidak boleh buang sampah sembarangan sungguhpun hanya berupa puntung rokok, karena telah tesedia tempat membuang sampah sesuai dengan jenis sampah yang akan dibuang. Apalagi sangat tidak etis membuang ludah atau kencing di sembarang tempat, karena memang telah tersedia banyak toilet  untuk umum yang senantiasa terawat kebersihannya. Transportasi monorel adalah transportasi perkotaan yang hanya efektif digunakan oleh masyarakat kota yang pola hidup dan perilakunya berbasis pada budaya kota, dan akan menjadi sangat tidak efektif alias mubazir bila sekadar melayani masyarakat yang sesungguhnya perilaku dan pola pikirnya masih berbasis budaya desa.Jadi visi pembangunan Kota Makassar menuju Kota Dunia, dan  Kota Sungguminasa menjadi Kota Internasional, demikian pula pembangunan Kota Maros sebagai Kota Hijau yang Asri sebagaimana yang menjadi jargon pembangunan di masing-masing daerah tersebut, hanya akan sebagai isapan jempol bila tidak dilengkapi dengan fasilitas perkotaan yang berstandar kota dunia atau kota internasional seperti fasilitas umum yang dapat menciptakan budaya masyarakatnya sebagai masyarakat kota antara lain seperti monoreal itu. Jadi sekali lagi kita perlu memberi apresiasi atas tekad pemerintah daerah  bekerja sama dengan Kalla Grup membangun proyek vital ini sebagai suatu loncatan jauh dalam membangun kota Makassar menuju Kota Dunia atau Sungguminasa menjadi Kota Internasional, namun pembangunan fasilitas dasar bagi kepentingan umum sebagaimana layaknya kota-kota berstandar internasional, seyogyanya juga tidak diabaikan oleh pemerintah.
Khusus mengenai rencana pembangunan sarana transportasi monorel yang MoU-nya telah diteken, tentu kita  berharap hal itu    menjadi solusi jangka panjang dalam mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kota dengan segala problemnya, tidak sekadar  mengatasi permasalaahan transportasi kota saat ini.
Besar harapan kita agar proyek ini menjadi lokomotif perubahan pendekatan pembangunan yang selama ini masih kental beraroma ego sektoral dan ego kedaerahan, agar perencanaan integrasi pembangunan  kawasan Mamminasata yang telah dicanangkan sejak era Gubernur A. Amiruddin dan telah berulangkali diperbaharui oleh gubernur sesudahnya, dapat diimplementasikan untuk tidak  menjadi angan-angan belaka. Proyek monorel perlu direncanakan sebagai penghubung kawasan sentra-sentra pertumbuhan dan aktivitas masyarakat berdasarkan  Pola Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan, yang akan mempertegas fungsi kota sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat pendidikan, pusat pelayanan kesehatan dan pariwisata. Ayo mari kita dukung.!!!
Sumber: Fajar, 3 Agustus 2011

From → Makassar

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: