Skip to content

Inilah Desain Monorel di Surabaya

February 2, 2012

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya rupanya terus mematangkan rencana pembangunan transportasi massal, yakni tram dan monorail. Untuk monorel, akan dioperasikan pada wilayah Timur-Barat, sedangkan tram untuk mencover wilayah Utara-Selatan.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dalam pembangunannya nanti, Pemkot Surabaya tidak akan mengeluarkan biaya. Karena proses pembangunannya diserahkan sepenuhnya kepada investor atau kerjasama investasi.

“Insya Allah, kita tidak akan mengeluarkan biaya,” ujar Risma saat ditemui di gedung DPRD Surabaya, Selasa (20/09/2011).

Lebih lanjut Risma mengatakan, pemkot hanya mengeluarkan biaya untuk vider serta park and ride atau semacam halte sebagai titik pemberhentian angkutan massal tersebut. “Kita hanya menyiapkan tempat-tempat pemberhentiannya saja, semacam halte untuk bus,” imbuhnya.

Berdasarkan data milik Pemerintah Kota, untuk jalur monorel sepanjang 24,47 km akan terdapat 16 halte. Kemudian untuk jalur tram yang panjangnya 9,38 km akan terdapat 10 halte. Dimana jarak minimum antar halte sekitar 500 meter. Selain halte, di masing-masing jalur monorail dan tram juga terdapat terminal. Untuk jalur monorail ada empat terminal, yakni di Sentra Bulak, PTC, Pasar Keputran dan Joyoboyo. Sedangkan jalur tram juga terdapat 4 terminal yang terletak di Joyoboyo, JMP, Pasar Tunjungan dan Gapura Surya.

Soal pencarian investor, Risma mengaku pihaknya sekarang lebih optimis bisa mendapatkan yang terbaik. Pemkot Surabaya sudah pengalaman dalam kerjasama investasi, yakni, kerjasama investasi pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya.

“Kenapa saya optimis, lelang investasi tidak terlalu sulit untuk Surabaya,” bebernya.

Sebelumnya, Risma telah mengundang anggota DPRD Surabaya untuk memaparkan rencana angkutan massal tersebut. Risma berharap antara Pemkot dan DPRD Surabaya mempunyai visi yang sama untuk upaya penguraian kemacetan di Kota Surabaya.

Dalam pembangunannya (angkutan massal), Risma akan berupaya untuk menata sedemikian rupa agar tidak terjadi kemacetan selama masa pembangunan, seperti yang terjadi di Jakarta.

“Kita akan berupaya untuk mengatur, agar tidak terjadi kemacetan selama masa pembangunan,” imbuhnya.

Sementara itu, rencana pengembangan transportasi massal berupa monorel dan tram mulai mendapatkan tanggapan positif dari DPRD Surabaya. Salah satu alasannya, kapasitas jalan di Surabaya sudah tidak sebanding lagi dengan jumlah kendaraan. Belum lagi prosentasi kendaraan pribadi lebih besar dari angkutan umum. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi C Sachiroel Alim. Sachiroel memandang, apapun bentuknya, upaya penguraian kemacetan di kota Surabaya patut didukung, asal efektif.

“Penggunaan transportasi massal memang sangat cocok untuk mengurangi kemacetan. Ini terjadi karena banyaknya jumlah mobil pribadi di jalanan. Program ini patut diapresiasi, karena tujuannya untuk mengurai kemacetan. Mudah-mudahan efektif,” pungkasnya. [rif/but]

Variabel – Monorel – Tram – Keterangan
Panjang koridor – 24,47 Km – 9,38 km – Tahap I, Tahap II sampai Gapura Surya (12,16 Km)
Jumlah Stasiun – 4 – 4 – Jika pemerintah pusat mengijinkan akan melalui Perak Timur dan Barat
Jarak antar halte – Min 500 M – Min 500 M
Kapasitas – 184-254 orang – 220-225 orang
Rata-rata Max Headway – 15 menit – 4 menit
Kebutuhan gerbong – 1 trainset 3 gerbong – 1 trainset 7 gerbong

Sumber: beritajatim.com, 20 September 2011 19:55:16 WIB

From → Surabaya

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: