Skip to content

Tambah Perjalanan KRD Rute Sukabumi

November 15, 2011

BOGOR, KOMPAS – Jumlah perjalanan kereta api rel diesel rute Bogor-Sukabumi di Jawa Barat hanya satu kali per hari perjalanan pergi-pulang. Padahal, jalur ini merupakan solusi kemacetan di jalan raya dari Ciawi, Kabupaten Bogor, menuju Sukabumi.

Perjalanan kereta rel diesel (KRD) Bogor-Sukabumi itu dilayani pukul 05.00 dari arah Sukabumi menuju Bogor. Pukul 17.00 rute Bogor menuju Sukabumi. KRD itu melintasi jarak 57 kilometer dengan berhenti di sembilan stasiun dan tiga perhentian. Sementara rute Bogor-Jakarta dilayani perjalanan kereta rel listrik hingga 80 perjalanan.

“Seharusnya minimal ditambah satu perjalanan lagi, yakni pukul 13.00 dari Bogor-Sukabumi, dan pukul 15.30 Sukabumi-Bogor. Kami berharap bisa ditambah untuk pelayanan masyarakat, tetapi keputusan berada di kantor pusat,” tutur Wakil Kepala Stasiun Bogor FS Budiman, Rabu (7/9).

Menurut Budiman, peminat KRD Bogor-Sukabumi cukup tinggi. Dengan perjalanan reguler lima rangkaian kereta kelas ekonomi, yang tiap-tiap kereta maksimal diisi 120 orang, biasanya setiap perjalanan jumlah penumpangnya mencapai 400-500 orang. Pada masa Lebaran, jumlah penumpang bisa mencapai 800 orang sehingga pihaknya harus menambah satu kereta dalam rangkaian.

Sarana lokomotif dan rangkaian KRD sebetulnya masih ada di Balai Yasa. Namun, mungkin, karena biaya operasional, penambahan itu belum bisa dilakukan. Ruas Bogor-Sukabumi sempat berhenti beroperasi tahun 2005, tetapi tiga tahun lalu kembali diaktifkan.

“Memang, tiketnya terbilang paling mahal, Rp. 8.000. Lebih dari tiket Commuter Line, Rp. 7.000, tetapi perawatan jalurnya juga cukup tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, terkait prasarana, Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bogor menunggu Kementerian Perhubungan merealisasikan pembangunan satu stasiun baru antara Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut. Stasiun baru itu, selain mempermudah akses warga di barat Kota Bogor, juga untuk mengurangi kemacetan karena masyarakat terkonsentrasi di Stasiun Bogor.

“Sejak 2009, kami sudah selesai membebaskan lahan seluas 1.455 meter persegi dengan dana lebih dari Rp 1 miliar. Namun, Kementerian Perhubungan belum merealisasikan komitmen itu,” kata Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bogor.

Sumber: Kompas, 8 September 2011

From → KRD

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: