Skip to content

Pembajakan Kereta, Sosok Sertu “D” yang Masih Misteri

November 15, 2011

Drama penyanderaan kereta Api Gajayana, Sabtu (27/8), mencengankan banyak pihak karena peristiwa itu berlangsung di tengah padatnya arus mudik lebaran. Sosok sang penyandera, Sersan Satu D, hingga kini, makin misteri.

Di kosnya di lantai dua, di Jalan Duri A9 RT 05 RW 02, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Sersan Satu (Sertu) D tinggal di sebuah kamar. Namun, Kompas tidak bisa melihat kamar bersangkutan karena tempat kos anggota TNi aktif ini dibatasi gerbang dan tertutup dari masyarakat luar.

Salah seorang petugas keamanan kompleks kos, S (49), mangaku kaget saat mendengar berita aksi pembajakan oleh Sertu D.

Menurut dia, sebelum peristiwa pembajakan itu, Sertu D bepamitan hendak pulang ke Banyuwangi. Waktu itu, ia tidak merasakan keanehan pada diri Sertu D.

“Tapi memang sebelum pamitan, saat minum-minum, dia sering mengeluh sama saya. Katanya gimana ini Man, gimana ini Ma. Cuma saya tidak tahu masalahnya apa,” tuturnya.

Menurut S, Sertu D sudah kos di kompleks tersebut selama lebih dari 20 tahun dan kerap ikut begadang dengan petugas keamanan. Mereka bercengkerama sambil minum anggur bersama. “Meski sering minum, saya yakin dia (Sertu D) orang baik. Saya berani jamin 75 persen dia orang baik,” tambahnya.

Hasil pemeriksaan Polisi Militer Angkatan lau justru menyebutkan bahwa Sertu d mengalami gangguan kondisi kejiwaan. “Dalam pemeriksaan POM AL, yang bersangkutan kondisi kejiwaannya belum stabil. Jawabannya tidak jelas,” kata Kepala Dinas Penerangan AL Laksamana Pertama TNI Untung Suropati.

Dicontohkan, saat ditanya terkait luka jahitan di wajahnya, keterangan Sertu D berubah-ubah. “Soal tempat pertama dia mulai beraksi (membajak KA Gajayana), kadang dia jawab dari Indramayu, lain kesempatan dia jawab dari Cirebon,” kata Untung.

Akibat jawaban yang tidak konsisten ini, pihak TNI AL belum bisa mengungkap motif Sertu D membajak KA Gajayana. Pihaknya masih fokus dalam memulihkan kondisi kejiwaan Sertu D dan berencana mendatangkan psikiater.

Terkait kemungkinan Sertu D melakukan pembajakan di bawah pengaruh narkotika, Untung mengatakan, ia belum mendapatkan informasi tersebut. “Hal itu harus disertai dengan bukti-bukti,” katanya.

Menurut Untung, Sertu D kemungkinan mengalami depresi. Salah satu dugaan yang berkembang, penyebabnya hubungan rumah tangganya. “Yang bersangkutan sudah berkeluarga sejak 1995, namun hingga kini ia belum dianugerahi keturunan. Ia sering menyinggung-nyinggung kekecewaannya karena belum juga punya anak,” katanya.

Sambil mempelajari siapa sesungguhnya sosok Sertu D ini, yang terpenting kini bagaimana mengantisipasi agar hal ini tidak terulang kembali.

Patut disyukuri, tak ada korban jiwa meskipun Sertu D semula memerintahkan masinis menjalankan kereta tanpa berhenti mulai dari Stasiun Terisi, Indramayu, sampai Stasiun Gambir, Jakarta. Padahal, mulai dari Stasiun Jatinegara hingga ke Gambir terdapat 460 perjalanan kereta rel listrik. Saat itu juga sedang berhenti KA Argo Parahyangan yang dipenuhi pemudik.

“Kecelakaan luar biasa tak bisa dihindarkan karena di jalur itu terdapat banyak kereta rel listirk dengan ribuan penumpang,” kata Kepala Humas PT KA Sugeng Priyono.

Kita masih bersyukur dan masih sempat melakukan pembenahan.

Sumber: Kompas, 1 September 2011

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: