Skip to content

Busway Tabrak 7 Mobil, BLU Transjakarta Pastikan Semua Bus Diperiksa Setiap Hari

November 15, 2011

JAKARTA, KOMPAS – Bus transjakarta trayek Pusat Grosi Cililitan-Harmoni menabrak tujuh mobil dan satu sepeda motor di turunan jalan layang Senen arah ke Ancol, Kamis (22/9) sekitar pukul 07.00. Kecelakaan beruntun tersebut diduga akibat rem bus transjakarta itu blong, tidak berfungsi.

Kecelakaan itu menyebabkan lima mikrolet, dua mobil pribadi, dan satu sepeda motor rusak. Tidak ada korban jiwa, tetapi seorang supir mikrolet dan dua penumpang mikrolet harus mendapat perawatan karena mengalami luka-luka.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Antoni Wijaya menduga, kecelakaan terjadi karena rem bus transjakarta yang dikemudikan Mutia Hasbi (39) itu tidak berfungsi.

“Sopir bus, Mutia Hasbi, sudah merasakan rem bus tidak terlalu berfungsi,” kata Antoni.

Di lokasi kejadian, bus tidak bisa dihentikan, bahkan ketika sopir mencoba menggunakan rem tangan.

Berdasarkan pendataan Unit Pelayanan Terpadu Penanganan Kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, mikrolet yang ditabrak itu adalah mikrolet M-12 trayek Senen-Kota berpelat nomor B 2175 VT, disopiri Sudki Muchromin; mikrolet M-01 trayek Kampung Melayau-Senen dengan nomor B 1013 VT, dikemudikan Zulman; mikrolet M-12 (Senen-Kota) berpelat nomor B 2340 WT, disopiri Sukanta; mikrolet M-12 (Senen-Kota) berpelat nomor B 2374 WT yang disopiri Subki M, dan mikrolet bernomor pelat B 1466 WT yang tidak terlalu parah.

Kerusakan yang dialami mikrolet itu rata-rata pecah kaca belakang dan bagian depannya rusak.

Tabrakan itu juga mengenai seorang pengendara sepeda motro bebek, yang berada di antara mikrolet dan dua mobil pribadi lain di depan mikrolet. Dalam laporan polisi, pengendara sepeda motor itu bernama Thomas, warga Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sementara identitas mobil pribadi yang ditabrak dan pengemudinya tidak tercatat.

Bus transjakarta dengan nomor badan JMT 045 itu juga mengalami kerusakan di bagian kanan depan dna kacanya retak.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Mohammad Akbar memastikan, setiap bus transjakarta yang akan beroperasi menjalani pemeriksaan setiap hari di pangkalan masing-masing. Pemeriksaan dilakukan untuk semua komponen, termasuk rem.

“Pemeriksaan ini diadakan setiap operator bus. Ada penanggung jawab teknis yang menandatangani lembar pemeriksaan yang menyatakan bahwa bus layak dioperasikan secara teknis,” kata Akbar.

Bus harus dinyatakan lalyak beroperasi sebelum digunakan untuk mengangkut penumpang. Selain pemeriksaan setiap hari, bus juga menjalani pemeriksaan reguler setiap enam bulan sekali. Jumlah bus yang diperiksa secara reguler mencapai 10 persen dari total  jumlah bus.

BLU Transjakarta akan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Dari sisi usia, menurut Akbar, bus transjakarta yang beroperasi di Koridor V umumnya relatif masih baru karena pengadaan busnya dilakukan antara 2007 dan 2008.

Sumber: Kompas, 23 September 2011

From → Busway

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: