Skip to content

Penutupan Jalan Tol Diperkirakan Lama

November 12, 2011

UNGARAN, KOMPAS ─ Penutupan Jalan Tol Semarang-Solo, Seksi I ruas Tol  Semarang-Ungaran pasca-uji coba arus mudik Lebaran 2011, diperkirakan berlagnsung lama.

Pasalnya higga saat ini kegiatan perbaikan di beberapa titik yang rawan ambles masih terus berlangsung. Dari pantauan di lapangan, Jum’at (23/9), tiga titik yang diketahui mengalami keretakan pasca-uji coba jalan tol itu, menunjukkan adanya keretakan di tepi badan tol di kilometer 17 di Gedawang.

Hal yang sama juga terjadi di kilometer 19 di Pucung ruas antara Gedawang-Susukan, serta tanah di dasar sungai tempat tiang  pancang jembatan Susukan setinggi 34 meter di ruas Penggaron-Beji.

Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ), Ari Nugroho, ketika diminta konfirmasi mengenai perbaikan tersebut, menyatakan, pihak TMJ saat ini fokus untuk penyelesaian konflik para sub kontrakstor dengan PT Istaka (Persero) yang mengerjakan ruas Penggaron-Ungaran.

Pengamat transportasi dari Fakultas Teknik Unika Soegijapranata Semaang, Djoko Setijowarno, Jum’at (23/9), menduga penundaan status kelayakan Tol Semarang-Unggaran sepanjang 14,1 kilometer dilakukan setelah pihak TMJ dan kontraktor pendamping diminta segera memperkuat titik-titik yang ambles maupun rawan ambles. “Tampaknya saat pelaksanaan uji coba ketika puluh ribu mobil melintasi ruas tol tersebut sangat berdampak pada kestabilan jalan. Mobil-mobil yang lewat semuanya mobil kecil namun cukup kuat menimbulkan keretakan di tol,” ujar Djoko.

 Informasi yang diperoleh, selama sepekan terakhir ini, ada pengerjaan penguatan  kaki-kaki tapak tiang penyangga jembatan di dasar sungai.

Pihak TMJ juga berencana memperkuat area tapak tiang jembatan dengan  pemasangan tiang pancang beton cor sebanyak lebih dari 50 titik.

Tujuannya, supaya jembatan Susukan sepanjang kurang lebih 600 meter ini tidak bergeser lagi.

Menurut Djoko, adanya perbaikan di titik-titik yang rawan amables tentu saja akan membuat molor penutupan jalan tol.

 Penutupan awalnya dijadwalkan hanya sampai 25 September, setelah itu dibuka kembali secara komersial.

Pihak TMJ akan memberlakukan tiket masuk tol, dengan perkiraan harga karcis tol Semarang-Ungaran berkisar Rp. 5.000 per kendaraan kategori kecil.

Sementara itu, peneliti geologi dari Dewan Riset Daerah Provinsi Jateng, Dwiyanto Saputro, mengemukakan, soal badan jalan tol terjadi keretakan itu sudah lama diprediksil persoalan ini susah diselesaikan dengan cepat, mengingat PT  TMJ hanya pengelola lokal, sementara penentu kebijakan lebih besar atas proyek tol senilai sekitar Rp. 8 triliun itu berada di Jakarta.

Dwiyanto menyatakan, kondisi jalan yang dibangun di atas lahan urukan, lahan keprasan gunung, apalagi digunakan untuk jalan tol dengan volume kendaraan dan kecepatan melintas yang tidak sama dengan jalan konvensional.

Kondisi itu makin runyam jika pengkajian dan penyusunan analisa mengenai  dampak  lingkungan amdal tol itu hanya didasari interpretasi semata. Maka tidak heran jika hal itu rawan peyimpangan.

Sumber: Kompas, 24 September 2011

From → Jalan Tol

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: