Skip to content

Sulsel Sukses Raih Regional Champion

October 12, 2011

JAKARTA, FAJAR — Provinsi Sulawesi Selatan sukses memperoleh Regional Champion setelah berjuang menyisihkan sepuluh provinsi lainnya. Penghargaan bergengsi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut diterima Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Rabu, 12 Oktober hari ini, di Kantor BKPM, di Jakarta.

Keberhasilan itu menjadikan Sulsel akan mendapatkan kemudahan berinvestasi, di antaranya, pemerintah pusat melalui BKPM berkewajiban mendatangkan dua investor ke daerah Regional Champion, satu penanam modal asing (PMA) dan  satu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Selain itu, BKPM juga berkewajiban mempromosikan regional champion di seluruh media promosinya. Serta berkewajiban membawa pejabat investasi pemenang Regional Champion itu ke luar negeri melihat pabrik dan temu investor. Kepala Bidang Promosi Investasi BKPMD Sulsel, Sukarniaty Kondolele, memastikan hal itu. Hal sama ditegaskan Kepala Biro Humas Protokol Pemprov Sulsel, Agus Sumantri. Menurut Sukarniaty Kondolele, provinsi lain yang disisihkan Sulsel di antaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Penilaian terakhir untuk Regional Champion ini digelar 20 September lalu. Di mana pemerintah provinsi yang menjadi finalis harus memaparkan potensi daerahnya, termasuk iklim investasi di hadapan Deputi Pengendalian Data dan Alat BKPM, MM Azhar Lubis, serta dewan juri yang beranggotakan sembilan orang. Dewan juri ini akan memberi penilaian sejauh mana penguasaan seorang pucuk pimpinan daerah terhadap daerahnya. Dari sembilan dewan juri, dua orang di antaranya adalah Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa, serta Mantan Wakil Kepala BKPM, Yus’an.

Menurut Azhar Lubis, Sulsel berhasil meraih Regional Champion setelah para dewan juri membandingkan antara penilaian di lapangan dengan pemaparan Syahrul tentang Sulsel yang proinvestasi. Itu dilihat dari kemudahan regulasi yang diberikan, di mana Sulsel menjadi daerah pertama yang menerapkan Perda Nomor 11 Tahun 2009 tentang Sistem Pelayanan Satu Pintu. Isinya, pelimpahan wewenang dari Gubernur ke Kepala BKPMD untuk pengurusan izin, dan Kepala BKPMD sendiri melimpahkan ke frontliner. Pelaksana tugas Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Irman Yasin Limpo, sendiri mengungkapkan, ada enam frontliner yang dia buatkan surat keputusan.
Pengurusan izin tersebut, kata Irman, juga digratiskan. Hasilnya, selama enam bulan sistem tersebut diberlakukan, sudah mengeluarkan 38 izin dan menghasilkan investasi Rp10 triliun. Secara keseluruhan total investasi Sulsel selama semester pertama 2011, mencapai Rp28,83 triliun. Rinciannya, PMDN Rp2,109 triliun untuk 27 proyek, sementara PMA mencapai USD80,8 juta. Jika dilihat realisasi semester pertama, Sulsel telah melampaui total nilai investasi 2010 yang hanya mencapai Rp23,54 triliun. Pada semester pertama 2011, investasi PMDN Sulsel menempati peringkat kelima nasional. Saat ini, Sulsel juga sementara membangun BKPM tower, juga deal investasi sudah bisa dilakukan via elektronik. Untuk mendukung investasi, Sulsel melakukan pengembangan power plant sekarang daya yang tersedia 600 megawatt, dan pada 2012 akan ada tambahan 320 MW, dan saat ini over 80 MW.

Pendukung investasi lainnya di Sulsel yang memperkuat daerah ini meraih Regional Champion adalah dukungan direct flight internasional, infrastruktur jalan, dan pengembangan jalan kereta api. Sulsel juga sementara memproses pengembangan terminal peti kemas Soekarno Hatta seluas 200 hektare. Ke depan, proyek yang menanti adalah monorail Gowa-Makassar-Maros senilai Rp4 triliun, Makassar New Port USD170 juta, proyek business complex Center point Indonesia, KIMA baru USD47 juta, pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare USD400 juta, Waste Power Plant USD18 juta, Untia Fishing Port USD370 juta, Seaweed Processing Industry USD1,5 juta, Cocoa Processing Industry USD30 juta, Cattle Integrated Developmen USD11,2 juta, Silo Dryer Rp6 miliar hingga Rp8 miliar per unit, serta pipanisasi gas Sengkang-Makassar USD140,3 ribu. Investor juga diharapkan bisa masuk ke Sulsel, karena masih banyak potensi yang bisa digarap, antara lain, rumput laut yang memiliki produksi 1,5 juta ton, demikian pula kakao 150 ribu ton. (*)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20111012013543-sulsel-sukses-raih-regional-champion

From → Makassar, Monorel LN

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: